Tabloid Gadget – MediaTek kembali mencuri perhatian di pasar smartphone dengan peluncuran Helio G200 pada Mei 2025. Chipset ini menargetkan segmen kelas menengah yang berfokus pada performa gaming dengan harga terjangkau. Dengan fabrikasi 6nm, CPU octa-core (2x Cortex-A76 2,2GHz + 6x Cortex-A55 2,0GHz), dan GPU Mali-G57 MC2, Helio G200 mencetak skor AnTuTu v10 sekitar 457.000 poin, menjadikannya pilihan solid untuk gaming kasual dan tugas harian. Namun, pasar chipset kelas menengah sangat kompetitif, dan banyak alternatif menawarkan performa serupa atau bahkan lebih unggul.
Kali ini, kami mengulas 6 chipset tandingan MediaTek Helio G200 untuk ponsel gaming yang layak Anda pertimbangkan. Chipset ini tidak hanya menawarkan performa setara, tetapi beberapa di antaranya juga mendukung konektivitas 5G dan efisiensi daya lebih baik. Oleh karena itu, jika Anda mencari ponsel gaming dengan budget terbatas, artikel ini akan membantu Anda memahami opsi terbaik di pasar saat ini.
Alternatif Chipset yang Kuat untuk Gaming
Pasar chipset kelas menengah terus berkembang, dan MediaTek Helio G200 menghadapi persaingan ketat dari berbagai merek. Selain itu, chipset lain menawarkan keunggulan seperti dukungan 5G, arsitektur CPU lebih baru, atau GPU yang lebih optimal untuk gaming berat. Oleh sebab itu, memilih chipset yang tepat sangat penting untuk pengalaman gaming maksimal.
1. Unisoc T8300: Performa 5G yang Kompetitif
Unisoc T8300 menawarkan performa sebanding dengan Helio G200, tetapi dengan keunggulan konektivitas 5G. Chip ini menggunakan CPU octa-core (2x Cortex-A78 2,2GHz + 6x Cortex-A55 2,0GHz) dan GPU Mali-G57 MP2. Selanjutnya, skor AnTuTu v10-nya mencapai 470.000 poin, sedikit di atas Helio G200. Meskipun demikian, efisiensi dayanya hampir setara karena keduanya dibuat pada proses 6nm. Namun, T8300 lebih boros saat menggunakan 5G, jadi pertimbangkan kebutuhan konektivitas Anda.
2. MediaTek Dimensity 6300: Versi 5G yang Efisien
MediaTek Dimensity 6300 hadir sebagai alternatif 5G dengan clockspeed lebih tinggi (2x Cortex-A76 2,4GHz + 6x Cortex-A55 2,0GHz). GPU-nya, Mali-G57 MP2, serupa dengan Helio G200, menghasilkan performa gaming yang hampir identik. Selain itu, skor AnTuTu-nya berkisar antara 430.000–460.000 poin. Oleh karena itu, chipset ini cocok untuk Anda yang menginginkan kecepatan 5G tanpa mengorbankan efisiensi daya. Chip ini juga mendukung kamera hingga 108MP, menambah nilai lebih untuk fotografi.
3. MediaTek Dimensity 6400: Kecepatan CPU Lebih Tinggi
Dimensity 6400 meningkatkan clockspeed CPU menjadi 2,5GHz pada inti Cortex-A76, sementara inti efisien Cortex-A55 tetap 2,0GHz. Dengan GPU Mali-G57 MP2, performanya hampir setara dengan Helio G200, mencetak skor AnTuTu sekitar 446.000 poin. Selanjutnya, dukungan 5G dual SIM membuatnya unggul dalam konektivitas. Meskipun demikian, penggunaan clockspeed tinggi bisa membuatnya sedikit lebih panas saat gaming intens. Oleh sebab itu, pastikan ponsel Anda memiliki sistem pendingin yang baik.
4. MediaTek Dimensity 7025: CPU Lebih Modern
Dimensity 7025 menggunakan inti Cortex-A78 2,5GHz, yang menawarkan performa single-core lebih baik dibandingkan Helio G200. Namun, GPU PowerVR IMG BXM-8-256-nya sedikit tertinggal untuk game berat secara grafis. Skor AnTuTu-nya sekitar 450.000 poin, tetapi keunggulannya terletak pada dukungan LPDDR5 dan UFS 3.1. Selain itu, chipset ini mendukung 5G, sehingga cocok untuk multitasking dan aplikasi berbasis CPU. Oleh karena itu, jika Anda prioritaskan kecepatan aplikasi, ini adalah pilihan menarik.
5. Snapdragon 695 5G: Pilihan dari Qualcomm
Qualcomm Snapdragon 695 5G menawarkan CPU octa-core (2x Kryo 660 Gold Cortex-A78 2,2GHz + 6x Kryo 660 Silver Cortex-A55 2,0GHz) dengan GPU Adreno 619. Skor AnTuTu-nya sekitar 441.369 poin, sedikit di bawah Helio G200. Namun, GPU Adreno memberikan frame rate lebih stabil pada beberapa game populer. Selanjutnya, dukungan 5G dan efisiensi daya yang baik menjadikannya alternatif solid. Oleh sebab itu, ponsel dengan Snapdragon 695 sering dipilih untuk gaming kompetitif.
6. Unisoc T9100: Performa Multi-Core Unggul
Unisoc T9100 (rebranding dari T820) menonjol dengan konfigurasi CPU unik: 1x Cortex-A76 2,7GHz + 3x Cortex-A76 2,3GHz + 4x Cortex-A55 2,1GHz. Dengan GPU Mali-G57 MP4, chipset ini unggul untuk game berat, mencetak skor AnTuTu hingga 528.786 poin. Selain itu, dukungan 5G dan NPU 8 TOPS meningkatkan performa AI dan kamera. Meskipun demikian, optimasi software pada chipset Unisoc kadang kurang konsisten. Oleh karena itu, pastikan brand ponsel Anda memiliki reputasi baik dalam pembaruan.
Mengapa Memilih Chipset Alternatif?
Memilih chipset yang tepat bergantung pada kebutuhan Anda. Helio G200 unggul untuk gaming 4G dengan harga terjangkau, tetapi chipset seperti Dimensity 6300 atau T9100 menawarkan 5G untuk masa depan. Selain itu, efisiensi daya dan optimasi GPU juga penting untuk sesi gaming panjang. Oleh sebab itu, pertimbangkan faktor seperti konektivitas, performa GPU, dan dukungan software saat membeli ponsel gaming.
Tips Memilih Ponsel dengan Chipset Gaming
Saat memilih ponsel, perhatikan sistem pendingin, kapasitas RAM, dan refresh rate layar. Selanjutnya, pastikan chipset mendukung game favorit Anda dengan frame rate stabil. Misalnya, Snapdragon 695 sering lebih optimal untuk game seperti PUBG Mobile, sedangkan Dimensity 7025 unggul untuk multitasking. Oleh karena itu, cek ulasan perangkat dan benchmark sebelum membeli. Selain itu, brand seperti Infinix, Realme, atau Oppo sering mengoptimalkan chipset ini untuk gaming.
Kesimpulan: Pilih Chipset yang Sesuai Kebutuhan
Keenam chipset ini menawarkan performa kompetitif untuk gaming kelas menengah. Helio G200 memang solid, tetapi Unisoc T9100 dan Dimensity 7025 memberikan keunggulan di aspek tertentu seperti 5G dan performa CPU. Oleh sebab itu, jika Anda menginginkan ponsel gaming dengan budget Rp1,5–2,5 juta, pertimbangkan alternatif ini. Selanjutnya, pastikan ponsel memiliki optimasi software yang baik untuk pengalaman maksimal. Dengan demikian, Anda bisa menikmati gaming tanpa hambatan, baik untuk sesi kasual maupun kompetitif.